
"Tolong bu dokter, aku sudah nggak tahan." Ini adalah lirik lagu rock campur hip-hop yang dimainkan The Flowers. Lagu beraliran rock and roll ini pun jadi nge-beat. Lagu itu jadi lebih bergairah.
Pada penampilan spesial Sabtu malam lalu di perhelatan Jakarta International Soulnation Festival 2008 di Istora Senayan itu, grup rock ini ditemani sejumlah musisi hip-hop dan R&B. Mereka antara lain Soul ID, Yacko, Faro, Fade to Black, dan DJ Flame.
Walhasil, lagu sekeras Tolong Bu Dokter dan Kram Otak, yang pernah dilantunkan Iwa K., bisa bikin badan bergoyang. Kolaborasi musik yang dimainkan bukan cuma terdengar di permukaan atau hanya menutupi bagian melodi yang bolong. "Kolaborasi dibuat sampai dalem," ujar Leo, pemain bas The Flowers, seusai manggung.Jelas dalem. Bahkan gema drum yang dipukul Dado "The Flowers" dan petikan melodi Boris "The Flowers" harus mampu menyamai gesekan piringan DJ Flame. Seakan ada pertempuran melodi yang hebat di atas panggung festival yang berlangsung dua hari itu, 17-18 Oktober.
Selain kolaborasi hip-hop dan rock, Maliq and D'Essential pun bereksperimen lewat kolaborasi bersama Afgan, Ello, Cindy, dan Sania.
Soulnation menghadirkan bintang utama pada tiap akhir pertunjukan. Setiap sore, lima panggung yang tersebar di area Istora sudah diisi dengan banyak band beraliran sejenis, seperti Saykoji, Neo, Cronik, J-Flow, Thaitanium, Jamie Aditya, dan Pandji.
Toh, muaranya akan berakhir pada penampilan akhir oleh Akon dan Ashanti. Akon, yang kebagian manggung hari pertama, mendapat sambutan meriah. Bahkan ia sempat membiarkan dirinya terjun ke tengah kerumunan penggemar. "Biarkan aku dekat dengan mereka," pintanya kepada para pengawalnya.
Ashanti, yang menjadi penutup festival (Sabtu malam), juga dapat teriakan histeris serupa. Sayangnya, justru DJ Taytone dan DJ Schizo yang bisa membuat suasana layaknya lantai klub malam. Maklum, lagu Ashanti lebih banyak mellow.
Malam itu, dalam konser yang bersamaan dengan hari ulang tahunnya, Ashanti membawakan lagu lawasnya, seperti The Declaration, Foolish, Down for You, dan Girl Friend.
Meski jadi bintang, nyatanya Ashanti yang dua kali berkostum gelap ini kurang bikin gereget. Penampilannya tak mampu mengencangkan semangat penonton yang mulai kendur. Apalagi sesi ganti kostum terasa terlalu membuang waktu. Dikira kostum dan dandanannya lebih "wah", tapi hanya muncul dengan setelan backless dress hitam lagi.
Kehadiran pergelaran berkonsep festival memang tengah mencuri perhatian penggila konser. Beda tipis dengan Jakarta Rock Parade dan Jakarta Jam 2008 lalu, Soulnation kali ini tak terlalu ramai: ditonton sekitar 2.000 orang.(Aguslia Hidayah)












